Rabu, 17 Juni 2015

“Tak Lekang Oleh Waktu” tugas cerpen ane^^




Jarum jam terus berputar di tengah kesunyian seolah tak ada yang bisa menghentikannya. Berputar dan terus berputar seolah mencoba untuk menghilangkan kenangan yang telah kita lalui, susah senang kita lalui bersama dengan tujuan yang sama untuk memperjuangkan hak kita yang kadang diperlakukan tak adil.

Hidup kadang memang tak adil, tapi bagaimanapun kita harus menjalaninya walau rasanya sangat berat, terkadang ketidak adilan ini membuat kita harus melupakan hati nurani kita sendiri. Kita harus berpura-pura tidak tau walaupun sebenarnya kita mengetahui segalanya walaupun hati kecil kita ini berkata bahwa kita tak ingin melakukannya.

Perkenalkan namaku Ranti Nur Azizah, inilah kehidupanku dan kawan seangkatanku di PMR (Palang Merah Indonesia) suatu organisasi yang berlandaskan kemanusiaan. Bagiku PMR bukan hanya sekedar organisasi biasa akan tetapi sekaligus keluarga kedua untukku. Disini aku mendapatkan pengalaman yang sampai kapanpun takkan kulupakan, walau semua ini pasti akan termakan oleh waktu tapi aku berjanji akan selalu mengingat mereka di lubuk hatiku yang paling dalam.

Tak terasa aku sudah sampai pada penghujung kepengurusanku, tiga tahun sudah kuabdikan diriku kepada organisasi sekaligus keluargaku yang tercinta ini. Sebagai seseorang yang menjabat sebagai wakil komandan aku sangat bangga kepada anggotaku dan tentunya juga aku sangat menghormati Harry sebagai komandan sekaligus partner seperjuanganku, kenapa? Karena aku dan dia mempunyai kewajiban yang sama yaitu untuk mengayomi, menjaga dan memimpin anggota-anggota PMR lainnya.

Sedih itulah perasaanku ketika waktu akan memisahkan aku dan mereka, sedih ketika aku harus berpisah dengan sahabat dan adik-adik kelasku di PMR. Tak sampai hati, aku meninggalkan mereka tapi walaupun begitu apa daya aku tak bisa berbuat apa-apa. Teringat semua kisah suka maupun dukaku bersama mereka yang selalu membuat air mataku tak terbendung. Aku hanya ingin mereka tau bahwa air mata ini bukanlah air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan yang merupakan bukti nyata bahwa aku sangat bersyukur dan bahagia bisa mengenal mereka semua.

Perjalanan kita dari awal sampai akhir, dari bawah sampai berada di puncak takkan ada yang bisa menggantikannya. Kekalahan kita dulu saat Lomba di SMAN 10 Bandung tak membuat kita putus asa, kekalahan bukanlah akhir dari segalanya mulai dari saat itu kita berlatih dan terus berlatih dan tak lupa berdo’a kepada Tuhan agar memberikan keputusan yang terbaik untuk kita semua, menang atau kalah itu sama saja yang membedakan hanya istilahnya.

Dan karena usaha dan ketekunan kita tak lupa do’a kepada Tuhan, akhirnya hasilnya pun tiba hasil yang sangat ditunggu-tunggu oleh kita “KEMENANGAN” mulai menghampiri kita di saat kita telah terpuruk. SMK 12 Bandung merupakan tempat pertama yang kita menangkan bersama-sama, Kekalahan bukanlah akhir dari segalanya dan Kemenangan bukanlah akhir dari perjalanan, yaa.. perjalanan kita masih sangat jauh mungkin banyak rintangan dan tantangan yang harus kita hadapi bersama-sama di suatu saat nanti, disaat itulah aku harap kita bisa berjuang semaksimal mungkin dan selalu bersama walau apapun yang akan terjadi diantara kita.

Alhamdulillah, Kebahagiaan saat itu berturut-turut menghampiri kita. Kita dapat pulang dari lomba di SMK 11 Bandung dengan hasil yang sangat memuaskan. Bersyukur inilah hal yang harus kita lakukan saat itu, bersyukur Tuhan telah memberikan hadiah yang sangat indah terhadap usaha kita “Ya Allah... berikanlah yang terbaik untuk kami..jika ini saatnya kami untuk menang maka rendahkan lah hati kami, dan jika saat ini kami harus kalah maka kuat kan kami dan percayakan kami bahwa itu merupakan keputusan yang terbaik untuk kami

Inilah do’a yang selalu ku panjatkan sebelum kami memulai pertandingan di mana pun, kemenangan bukanlah tujuan utama dari setiap pertandingan yang kami ikuti, pengalaman dan seberapa jauh kemampuan kami lah yang merupakan modal utama kami mengikuti pertandingan. Kalian mau tau bagaimana rasanya jika kami telah berjuang dengan sekuat tenaga dan hasilnya malah tidak di hargai orang lain? Segelintir orang mungkin selalu meremehkan kami dan terkadang selalu mencari-cari kesalahan kami agar dengan seenaknya dia dapat menginjak-injak harga diri kami, tapi kami tak pernah memperdulikan hal itu biarkan orang di luar berkata apa tentang kita dan selalu berpendapat negatif terhadap kami tapi kami selalu menunjukkan bahwa kami bukanlah seperti orang lain kira, sebisa mungkin kami akan tunjukkan bahwa kami itu kuat walau sampai titik darah penghabisan akan aku lakukan untuk mempertahankan harga diri kami.

Kami tunjukkan dalam prestasi kami, bukan kami berniat sombong kami hanya ingin tidak di pandang sebelah mata oleh mereka. Kita juga ingin membuktikan bahwa kita itu bisa seperti mereka, dan akhirnya sampai lah kita pada agenda perlombaan yang paling bersejarah yaitu perlombaan di SMK Kes Bhakti Kencana, lomba yang benar-benar membuat kami berusaha semaksimal mungkin. Berlatih dengan giat, pantang menyerah walau banyak cobaan mulai menghampiri, bingung galau gelisah semakin kami rasakan setiap harinya , setiap jamnya dan setiap detiknya menuju hari dimana perlombaan itu berlangsung. Kalian ingin tau mengapa perlombaan yang satu ini sangat penting buat kami? Itu karena sebelumnya kaka kelas terdahulu kami berhasil menyabet gelar di lomba ini jadi ini adalah giliran kami yang harus mempertahankan gelar tersebut.

Akhirnya tibalah hari yang kami tunggu-tunggu, dan tidak ku sangka hasilnya sangat mengejutkan. Alhamdulillah kami berhasil mempertahankan gelar tersebut, “bangga” itulah perasaanku ketidak percayaan mulai menghampiriku, ternyata memang” usaha yang maksimal akan menghasilkan hasil yang maksimal juga”.

Tapi hidup memang seperti permainan Flappy Bird kadang di atas dan kadang juga di bawah, yaa.. ini merupakan sebuah hukum alam yang siapapun tak bisa menghentikannya. Setelah kemarin kami berada di atas, dan mungkin saat inilah kami harus berada di bawah. Masalah dan cobaan mulai menimpa kami, permasalahan dengan pihak sekolah maupun dengan anggota sendiri. Terkadang entah mengapa aku selalu merasa mereka berbuat tak adil kepada kami, tapi bagaikan sebuah sandiwara walau kami merasakan dan kami mengetahuinya kami berpura-pura tidak terjadi apa-apa walau sebenarnya hati kecil kami tak mau seperti ini.

Inilah yang dinamakan kehidupan kadang indah dan kadang juga sangat suram, di saat suram lah saat dimana mental dan keimanan kita akan di uji oleh Tuhan “seberapa kuatkah iman kita?”. Setiap manusia mempunyai jalan hidupnya masing-masing, begitu juga dengan aku dan kawan-kawanku di PMR bagaimana pun masing-masing dari kami akan tumbuh menjadi seseorang yang dewasa dan menjalani masa depan kami masing-masing.
Saat inilah yang paling kutakutkan, saat dimana aku harus berpisah dengan mereka. Aku takut bila nanti setelah berpisah dengan mereka aku tak bisa bertemu mereka lagi dan aku juga takut tak punya teman nanti. Jika seperti itu apa yang harus aku lakukan? Memang aku tak bisa apa-apa, yang bisa kulakukan hanya pasrah dan percaya bahwa suatu saat aku dan mereka akan bertemu kembali.

Aku hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada mereka, pesan dari ku untuk anak kelas 8 PMR yang sekarang mungkin sudah menjadi senior tunggal. Pesan dariku “jaga baik-baik anggota penerus PMR yaa, latihan yang giat jangan leha-leha, kalian juga harus mencoba akrab ya sama pelatih, jaga kesopanannya dan jangan main-main terus yaa, kakak percaya sama kalian bahwa kalian pasti bisa lebih baik dari angkatan kakak,  jangan lupa juga jaga baik-baik Bunda ya, terus kalo mau berangkat lomba jangan ngaret ya heheheh, oh iyaa satu lagi kakak kelas 9 PMR semuanya sangat sayang kepada kalian dan sampai kapan pun tak akan melupakannya kakak juga harap kalian jangan lupa sama kakak ya? Maaf kalo kakak sering marah-marah ga jelas, atau ada perkataan kakak yang nyakitin hati kalian, satu hal lagi terima kasih sudah menjadi adik kakak yang sangat baik sampai kapanpu kalian akan menjadi adik kakak dan kakak akan sampai kapanpun akan jadi kakak kalian
     
Aku juga punya pesan untuk Bunda Henny (Pembina PMR) “Bunda, terimakasih untuk 3 tahun yang sangat berkesan bersama bunda, bunda adalah pembina yang paling hebat menurutku. Aku sayang sama Bunda, bun kalo kelas 9 udah ga ada di sini lagi bunda jangan lupa ya sama kita, aku usahain deh bun sering-sering main ke SMP kalo ada waktu nanti. Oh iya bun, Bunda aku mewakili anggota PMR kelas 9 yang lain ingin meminta maaf dari bunda, bun maafin kami ya kalo kami sering buat bunda pusing gara-gara kelakuan kami yang aneh-aneh maaf ya bun kami sering buat bunda malu, bunda mau maafin kita ga? Bunda kalo kami udah ga ada di sini, bunda jaga kesehatan baik-baik ya, jangan terlalu kecapean bun, seandainya saat ini kami semua bisa meluk bunda. Kami akan sangat senang dan kami akan berkata “aku sayang bunda dan bunda akan selalu menjadi bunda kami, terima kasih Bunda”.

Pesan ku untuk kelas 9 anggota PMR yang mungkin saat ini telah menjadi alumni” hey kelas 9, maaf ya kalo aku sering marah-marah sama kalian, kalian jangan lupain aku ya? Kalo nanti ketemu jangan sombong ya? Akhirnya kita sudah sampai pada titik akhir perjuangan kita di sini, terimakasih untuk 3 tahun yang berkesan di sekolah ini. Aku sayang pada kalian, walau kalian kelakuannya aneh-aneh justru aku makin sayang pada kalian. Selamat menjalani masa depan, semoga kita semua mempunyai masa depan yang cerah dan indah, jangan lupakan kenangan yang telah kita lalui ya.. aku sayang sama kalian, tapi takutnya kita ga bisa gila-gilaan kaya dulu lagi nyanyi-nyanyi ga jelas, fariasi mahabarata, ga bisa nyablak ahhhh pokoknya banyak deh, tapi semoga kita bahagia akan perpisahan ini, jangan lupain aku ya”.

Inilah harapan dan pesan mungkin yang terakhir dari ku kepada mereka, tak lupa salam selalu ku ucapkan kepada pelatih dan guru-guru di SMP 5. Terimakasih untukku 3 tahun yang menyenangkan dan sekaligu mengharukan, aku berjanji tak akan melupakan kalian semua. Inilah pengalaman dan cerita ku maaf apabila ada kata-kata yang kurang mengenakkan atau kata-kata yang kurang berkenan aku meminta maaf sebesar-besarnya. Terimakasih 




“Kenangan yang indah takkan pernah lekang oleh waktu”
“sahabat dan keluarga lebih penting dari apapun”
“pejuangan yang maksimal akan menghasilkan hasil yang maksimal juga”
“suatu saat musuh akan menjadi sahabat kita walau kita tak ingin hal ini terjadi”