Jarum jam terus berputar di
tengah kesunyian seolah tak ada yang bisa menghentikannya. Berputar dan terus
berputar seolah mencoba untuk menghilangkan kenangan yang telah kita lalui,
susah senang kita lalui bersama dengan tujuan yang sama untuk memperjuangkan
hak kita yang kadang diperlakukan tak adil.
Hidup kadang memang tak adil,
tapi bagaimanapun kita harus menjalaninya walau rasanya sangat berat, terkadang
ketidak adilan ini membuat kita harus melupakan hati nurani kita sendiri. Kita
harus berpura-pura tidak tau walaupun sebenarnya kita mengetahui segalanya
walaupun hati kecil kita ini berkata bahwa kita tak ingin melakukannya.
Perkenalkan namaku Ranti Nur
Azizah, inilah kehidupanku dan kawan seangkatanku di PMR (Palang Merah
Indonesia) suatu organisasi yang berlandaskan kemanusiaan. Bagiku PMR bukan
hanya sekedar organisasi biasa akan tetapi sekaligus keluarga kedua untukku.
Disini aku mendapatkan pengalaman yang sampai kapanpun takkan kulupakan, walau
semua ini pasti akan termakan oleh waktu tapi aku berjanji akan selalu
mengingat mereka di lubuk hatiku yang paling dalam.
Tak terasa aku sudah sampai pada
penghujung kepengurusanku, tiga tahun sudah kuabdikan diriku kepada organisasi
sekaligus keluargaku yang tercinta ini. Sebagai seseorang yang menjabat sebagai
wakil komandan aku sangat bangga kepada anggotaku dan tentunya juga aku sangat
menghormati Harry sebagai komandan sekaligus partner seperjuanganku, kenapa? Karena
aku dan dia mempunyai kewajiban yang sama yaitu untuk mengayomi, menjaga dan
memimpin anggota-anggota PMR lainnya.
Sedih itulah perasaanku ketika
waktu akan memisahkan aku dan mereka, sedih ketika aku harus berpisah dengan
sahabat dan adik-adik kelasku di PMR. Tak sampai hati, aku meninggalkan mereka
tapi walaupun begitu apa daya aku tak bisa berbuat apa-apa. Teringat semua
kisah suka maupun dukaku bersama mereka yang selalu membuat air mataku tak
terbendung. Aku hanya ingin mereka tau bahwa air mata ini bukanlah air mata
kesedihan melainkan air mata kebahagiaan yang merupakan bukti nyata bahwa aku
sangat bersyukur dan bahagia bisa mengenal mereka semua.
Perjalanan kita dari awal sampai
akhir, dari bawah sampai berada di puncak takkan ada yang bisa menggantikannya.
Kekalahan kita dulu saat Lomba di SMAN 10 Bandung tak membuat kita putus asa,
kekalahan bukanlah akhir dari segalanya mulai dari saat itu kita berlatih dan
terus berlatih dan tak lupa berdo’a kepada Tuhan agar memberikan keputusan yang
terbaik untuk kita semua, menang atau kalah itu sama saja yang membedakan hanya
istilahnya.
Dan karena usaha dan ketekunan
kita tak lupa do’a kepada Tuhan, akhirnya hasilnya pun tiba hasil yang sangat
ditunggu-tunggu oleh kita “KEMENANGAN” mulai menghampiri kita di saat kita telah
terpuruk. SMK 12 Bandung merupakan tempat pertama yang kita menangkan
bersama-sama, Kekalahan bukanlah akhir dari segalanya dan Kemenangan bukanlah
akhir dari perjalanan, yaa.. perjalanan kita masih sangat jauh mungkin banyak
rintangan dan tantangan yang harus kita hadapi bersama-sama di suatu saat
nanti, disaat itulah aku harap kita bisa berjuang semaksimal mungkin dan selalu
bersama walau apapun yang akan terjadi diantara kita.
Alhamdulillah, Kebahagiaan saat
itu berturut-turut menghampiri kita. Kita dapat pulang dari lomba di SMK 11
Bandung dengan hasil yang sangat memuaskan. Bersyukur inilah hal yang harus
kita lakukan saat itu, bersyukur Tuhan telah memberikan hadiah yang sangat
indah terhadap usaha kita “Ya Allah...
berikanlah yang terbaik untuk kami..jika ini saatnya kami untuk menang maka
rendahkan lah hati kami, dan jika saat ini kami harus kalah maka kuat kan kami
dan percayakan kami bahwa itu merupakan keputusan yang terbaik untuk kami ”
Inilah do’a yang selalu ku
panjatkan sebelum kami memulai pertandingan di mana pun, kemenangan bukanlah
tujuan utama dari setiap pertandingan yang kami ikuti, pengalaman dan seberapa
jauh kemampuan kami lah yang merupakan modal utama kami mengikuti pertandingan.
Kalian mau tau bagaimana rasanya jika kami telah berjuang dengan sekuat tenaga
dan hasilnya malah tidak di hargai orang lain? Segelintir orang mungkin selalu
meremehkan kami dan terkadang selalu mencari-cari kesalahan kami agar dengan
seenaknya dia dapat menginjak-injak harga diri kami, tapi kami tak pernah
memperdulikan hal itu biarkan orang di luar berkata apa tentang kita dan selalu
berpendapat negatif terhadap kami tapi kami selalu menunjukkan bahwa kami
bukanlah seperti orang lain kira, sebisa mungkin kami akan tunjukkan bahwa kami
itu kuat walau sampai titik darah penghabisan akan aku lakukan untuk
mempertahankan harga diri kami.
Kami tunjukkan dalam prestasi
kami, bukan kami berniat sombong kami hanya ingin tidak di pandang sebelah mata
oleh mereka. Kita juga ingin membuktikan bahwa kita itu bisa seperti mereka,
dan akhirnya sampai lah kita pada agenda perlombaan yang paling bersejarah
yaitu perlombaan di SMK Kes Bhakti Kencana, lomba yang benar-benar membuat kami
berusaha semaksimal mungkin. Berlatih dengan giat, pantang menyerah walau
banyak cobaan mulai menghampiri, bingung galau gelisah semakin kami rasakan
setiap harinya , setiap jamnya dan setiap detiknya menuju hari dimana
perlombaan itu berlangsung. Kalian ingin tau mengapa perlombaan yang satu ini
sangat penting buat kami? Itu karena sebelumnya kaka kelas terdahulu kami
berhasil menyabet gelar di lomba ini jadi ini adalah giliran kami yang harus
mempertahankan gelar tersebut.
Akhirnya tibalah hari yang kami
tunggu-tunggu, dan tidak ku sangka hasilnya sangat mengejutkan. Alhamdulillah
kami berhasil mempertahankan gelar tersebut, “bangga” itulah perasaanku ketidak
percayaan mulai menghampiriku, ternyata memang” usaha yang maksimal akan
menghasilkan hasil yang maksimal juga”.
Tapi hidup memang seperti
permainan Flappy Bird kadang di atas dan kadang juga di bawah, yaa.. ini
merupakan sebuah hukum alam yang siapapun tak bisa menghentikannya. Setelah
kemarin kami berada di atas, dan mungkin saat inilah kami harus berada di
bawah. Masalah dan cobaan mulai menimpa kami, permasalahan dengan pihak sekolah
maupun dengan anggota sendiri. Terkadang entah mengapa aku selalu merasa mereka
berbuat tak adil kepada kami, tapi bagaikan sebuah sandiwara walau kami
merasakan dan kami mengetahuinya kami berpura-pura tidak terjadi apa-apa walau
sebenarnya hati kecil kami tak mau seperti ini.
Inilah yang dinamakan kehidupan
kadang indah dan kadang juga sangat suram, di saat suram lah saat dimana mental
dan keimanan kita akan di uji oleh Tuhan “seberapa
kuatkah iman kita?”. Setiap manusia mempunyai jalan hidupnya masing-masing,
begitu juga dengan aku dan kawan-kawanku di PMR bagaimana pun masing-masing
dari kami akan tumbuh menjadi seseorang yang dewasa dan menjalani masa depan
kami masing-masing.
Saat inilah yang paling
kutakutkan, saat dimana aku harus berpisah dengan mereka. Aku takut bila nanti
setelah berpisah dengan mereka aku tak bisa bertemu mereka lagi dan aku juga
takut tak punya teman nanti. Jika seperti itu apa yang harus aku lakukan?
Memang aku tak bisa apa-apa, yang bisa kulakukan hanya pasrah dan percaya bahwa
suatu saat aku dan mereka akan bertemu kembali.
Aku hanya bisa mengucapkan
terimakasih kepada mereka, pesan dari ku untuk anak kelas 8 PMR yang sekarang
mungkin sudah menjadi senior tunggal. Pesan dariku “jaga baik-baik anggota penerus PMR yaa, latihan yang giat jangan
leha-leha, kalian juga harus mencoba akrab ya sama pelatih, jaga kesopanannya
dan jangan main-main terus yaa, kakak percaya sama kalian bahwa kalian pasti
bisa lebih baik dari angkatan kakak,
jangan lupa juga jaga baik-baik Bunda ya, terus kalo mau berangkat lomba
jangan ngaret ya heheheh, oh iyaa satu lagi kakak kelas 9 PMR semuanya sangat
sayang kepada kalian dan sampai kapan pun tak akan melupakannya kakak juga
harap kalian jangan lupa sama kakak ya? Maaf kalo kakak sering marah-marah ga jelas,
atau ada perkataan kakak yang nyakitin hati kalian, satu hal lagi terima kasih
sudah menjadi adik kakak yang sangat baik sampai kapanpu kalian akan menjadi
adik kakak dan kakak akan sampai kapanpun akan jadi kakak kalian”
Aku juga punya pesan untuk Bunda
Henny (Pembina PMR) “Bunda, terimakasih
untuk 3 tahun yang sangat berkesan bersama bunda, bunda adalah pembina yang
paling hebat menurutku. Aku sayang sama Bunda, bun kalo kelas 9 udah ga ada di
sini lagi bunda jangan lupa ya sama kita, aku usahain deh bun sering-sering
main ke SMP kalo ada waktu nanti. Oh iya bun, Bunda aku mewakili anggota PMR
kelas 9 yang lain ingin meminta maaf dari bunda, bun maafin kami ya kalo kami
sering buat bunda pusing gara-gara kelakuan kami yang aneh-aneh maaf ya bun
kami sering buat bunda malu, bunda mau maafin kita ga? Bunda kalo kami udah ga
ada di sini, bunda jaga kesehatan baik-baik ya, jangan terlalu kecapean bun,
seandainya saat ini kami semua bisa meluk bunda. Kami akan sangat senang dan
kami akan berkata “aku sayang bunda dan bunda akan selalu menjadi bunda kami,
terima kasih Bunda”.
Pesan ku untuk kelas 9 anggota
PMR yang mungkin saat ini telah menjadi alumni” hey kelas 9, maaf ya kalo aku sering marah-marah sama kalian, kalian
jangan lupain aku ya? Kalo nanti ketemu jangan sombong ya? Akhirnya kita sudah
sampai pada titik akhir perjuangan kita di sini, terimakasih untuk 3 tahun yang
berkesan di sekolah ini. Aku sayang pada kalian, walau kalian kelakuannya
aneh-aneh justru aku makin sayang pada kalian. Selamat menjalani masa depan,
semoga kita semua mempunyai masa depan yang cerah dan indah, jangan lupakan
kenangan yang telah kita lalui ya.. aku sayang sama kalian, tapi takutnya kita
ga bisa gila-gilaan kaya dulu lagi nyanyi-nyanyi ga jelas, fariasi mahabarata,
ga bisa nyablak ahhhh pokoknya banyak deh, tapi semoga kita bahagia akan
perpisahan ini, jangan lupain aku ya”.
Inilah harapan dan pesan mungkin
yang terakhir dari ku kepada mereka, tak lupa salam selalu ku ucapkan kepada
pelatih dan guru-guru di SMP 5. Terimakasih untukku 3 tahun yang menyenangkan
dan sekaligu mengharukan, aku berjanji tak akan melupakan kalian semua. Inilah
pengalaman dan cerita ku maaf apabila ada kata-kata yang kurang mengenakkan
atau kata-kata yang kurang berkenan aku meminta maaf sebesar-besarnya.
Terimakasih
“Kenangan yang indah takkan pernah lekang oleh waktu”
“sahabat dan keluarga lebih penting dari apapun”
“pejuangan yang maksimal akan menghasilkan hasil yang maksimal
juga”
“suatu saat musuh akan menjadi sahabat kita walau kita tak
ingin hal ini terjadi”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar